Postingan

Siklus Biasa

Gambar
      Siklus yang itu itu saja, memang rata-rata mengalami siklus itu. Ruh, rahim, dunia, kubur, kasat mata. Terus berputar seperti itu. Benarlah hina, nangis, makan, buang air; besar kecil. Sampai jatah masing-masing habis.    Kecewa karena rasa memiliki yang berlebih, padahal semua titipan. Ruh pun tak akan selamanya bersama jasad selama di dunia. Nangis atas kesalahan? Tidak juga, tak sedikit yang hanya buatan.    Benar-benar menipu. Manusia tak punya apa-apa, yakin? Yang dititipkan hanya hiburan menuju pemanggilan nanti. Tak sedikit yang lupa dan sengaja lupa. Seolah mau tinggal selamanya di dunia.    Mau menang di setiap kondisi; tak peduli salah atau benar, yang banyaknya sih salah tapi tetap mau terlihat 'benar' dan 'menang' di depan orang banyak. Seolah menjadi pusat perhatian orang banyak adalah tujuan tertinggi di dunia.    Mengklaim orang lain tak beretika bisa, jika bertanya, "Apakah saya beretika?" "TENTU!" Bentaknya ta...

Mendefinisikan Keinginan (Kesenangan) dan Kebutuhan

Gambar
        Oleh: Abah Ihsan    Ini prinsip yang harus dipegang semua orangtua:    Kebutuhan anak wajib dipenuhi, kesenangan anak wajib dibatasi. Mengapa demikian? Kebutuhan anak adalah memang kewajiban orangtua, sementara kesenangan anak, dalam batas tertentu boleh dipenuhi orangtua, tapi harus memiliki limitasi atau batasan. Mengapa kesenangan harus dibatasi? Karena sesungguhnya kesenangan hanya akan tetap terjaga "nilai" kesenangannya jika terbatas. Bahkan sebagian kesenangan dapat merusak jika tidak dikendalikan.     Contoh, kita senang berwisata karena kita jarang melakukannya. Coba Anda wisata tiap hari selama 1 tahun. Mungkin Anda akan tetap senang melakukannya, tapi lama kelamaan nilai "excitement" dari kesenangan tersebut berkurang bukan?    Sebagian besar kita tentu senang jika dapat memiliki kesempatan untuk jalan-jalan ke Bali misalnya. Tapi bagi orang Bali, jika ada pilihan berwisata ke luar Bali tentu nilain...

Hidup Menderita

    Oleh: Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari 24-May-2022    Kadang kita merasa bahwa hidup kita ini susah bahagia, penuh derita, sengsara terus menerus. Perasaan menderita, kurang bahagia sebetulnya bukan dimiliki orang-orang tertentu. Tak sedikit manusia salah sangka, jika menderita akan dialami orang yang mereka disebut marginal, serba kekurangan. Seperti misalnya kekurangan soal fisik, soal harta, soal rupa dan lain sebagainya.     Saya setuju jika kita memiliki “kekurangan”, maka kita punya peluang untuk menderita. Misalnya jika kurang harta, banyak keinginan yang tak dapat kita dapatkan. Kita hanya bisa terpana saat orang menontonkan propertinya, mobilnya, gadgetnya, kemewahannya.     Akan tetapi jika kita punya “kelebihan” apakah berarti kita bebas dan terjamin dari penderitaan? Pernahkah lihat orang kaya susah bahagia? Pernah lihat orang yang serba ada tapi gampang marah? Apakah orang yang gampang marah itu Bahagia? Tidak sama sekali. Ses...

PELANGI PENGHANCUR MASA DEPAN

Oleh : Irene Radjiman    Ini kisah nyata terjadi pada tahun 2016 Saat itu di akun fb saya yang sudah tumbang, saya sering posting kegiatan saya saat masih mengajar di sekolah pilot.     Ada 1 orang teman fb saya, seorang ibu yang menanyakan bagaimana caranya agar bisa masuk ke sekolah pilot tersebut. Kami saling bertukar nomor wa hingga akhirnya si ibu tersebut datang langsung ke kantor saya bersama anaknya yang akan dimasukkan ke sekolah pilot.    Di ruangan saya kami ngobrol banyak. Dengan biaya pendidikan sekitar 500 juta saat itu, beliau tidak keberatan. Admin kami menyarankan sebelum mendaftar baiknya dilakukan dulu medical check-up secara pribadi untuk meyakinkan calon siswa benar-benar sehat secara fisik. Jadi waktu mendaftar nanti saat medical examinition sudah yakin 100% lulus. Ibu itu setuju.    Dua pekan kemudian masuk wa ibu tersebut dengan emot menangis.    "Mbak Iren, saya tidak jadi memasukkan anak saya ke sekolah pil...

Tetapkan Niat, Jelaskan Tujuan

   By: Abah Ihsan    Bayangkan Anda hendak pergi ke sebuah tempat tapi tanpa tujuan? Apa yang terjadi? Mungkin hanya muter-muter tidak jelas. Kenyataannya, dalam setiap langkah tidak mungkin tidak punya tujuan. Meski seseorang mengatakan "Saya tidak ada tujuan apa-apa, cuma sekadar silaturahim!" ya silaturahim itu sendiri sebetulnya adalah tujuan dia bukan?     Meski makna silaturahim ini seringkali disalahkaprahkan ketika hanya ada perlu, punya kebutuhan, mau minjem uang dan lain-lain. Padahal silaturahim yang sebenarnya adalah kita menjalin kasih sayang sehingga yang kita kunjungi kita anggap "serahim" dengan kita.    ~  Punya Anak? ....    Artinya jika kita punya niat silaturahim justru kita yang menawarkan "kasih sayang" pada yang kita kunjungi bukan malah "meminta" sesuatu pada mereka.    Niat itu bahasa arabnya, salah satu makna dalam bahasa kita adalah "tujuan". Perbuatan seseorang itu dinilai dari niatnya. Kit...

Temukan Motif Yang Kuat

   By: Abah Ihsan    "Saya pengen deh punya anak!" Sebaiknya, pikirkan dengan baik jika sekadar pengen. Please... kasihan anak jika sekadar pengen. Buat Anda yang belum menikah dan tentu saja belum dikaruniai anak, atau yang sudah menikah dan belum dikaruniai anak tolong pikirkan baik-baik sebelum memutuskan untuk menginginkan anak. Tulisan ini tentang KESADARAN diri setiap orang yang memutuskan punya anak.        Memutuskan punya anak itu harus SADAR DIRI bukan pingsan, bukan FOMO, bukan ikutan-ikutan, bukan karena orang lain, bukan karena terpaksa, bukan karena tidak ada tujuan, bukan.. Kasihan anak-anak yang dilahirkan ke dunia kalo motifnya gitu doang.     Setiap orang harus SADAR bahwa mereka punya anak itu NIAT, NIAT BANGET karena ada tujuan. Karena ada kebutuhan, bukan sekadar pengen. Jadi apa tujuan kalian punya anak? Jika punya tujuan, pasti akan mencari jalan, menyediakan waktu, menyediakan tenaga, pikiran dan akan me...

Ketergantungan

    Pasti ada saling ketergantungan, selagi masih dalam hal yang wajar dan manusiawi kenapa enggak? Seperti tukang tambal ban, pedagang kaki lima, warung makan, tukang sol dll. Dulu sebelum sabun dikenal seperti sekarang ini, pasti ada aja yang merasa kalau pakai sabun buat mandi dan nyuci itu dosa atau merasa bersalah.    Sekarang ada sampo, odol, dan banyak lagi. Tapi masih ada aja yang beranggapan, "Nanti ketergantungan." Padahal emang apa-apanya di dunia ini serba ketergantungan jatuhnya. Kenapa tidak, pelajar butuh buku, pena, penghapus dan sebagainya.    Nah! Ini ada sebagian orang yang enggak mau pakai deodorant, kalau badannya se-wangi melati atau anggrek mungkin boleh-boleh aja. Lah ini! Se-bau kerbau, lebih bau lagi, bikin pusing kalau ada di sampingnya.    Terus masih aja beralasan "Nanti ketergantungan jatuhnya, kalau enggak pakai sekali bakal lebih bau berkali lipat." Ya udah coba aja zaman sekarang mandi enggak pakai sabun, nyuci baj...